Atalarik Syach Ajukan Tiga Syarat Untuk Mantan Istrinya Bertemu Dengan Anak

 

 

 

Tauque.com – Polemik antara Tsania Marwa dan Atalarik Syach hingga sekarang ini belum selesai. Tsania Marwa mempermasalahkan tindakan Atalarik Syach yang dinilai menyulitkannya untuk bertemu dengan anaknya.

Dia juga sempat menjalani mediasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Tetapi, akhir-akhir ini Tsania Marwa merasa sedih karena KPAI seolah-olah mendukung Atalarik Syach kepada anaknya.

“Kalau mau ngomong keadilan gimana ya? Saya enggak mau komentar banyak karena enggak mau menyudutkan salah satu pihak. Bisa ditanya ke pihak KPAI apa alasan bisa ada perjanjian,” ungkap Tsania Marwa di kantor Komisi Nasional Perlindungan Anak, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Minggu (10/12/2017).

Atalarik Syach memberikan tiga syarat supaya Tsania Marwa dapat menemui kedua anaknya. Tsania Marwa mengungkapkan Atalarik Syach meminta supaya Tsania membersihkan nama baik mantan suaminya dengan konferensi pers.

“Saya harus membuat konferensi pers untuk membersihkan nama Beliau. Katanya saya harus mencabut kata-kata dan bilang bahwa cerita-cerita saya tidak benar. Kalau saya melakukan itu, saya baru boleh bertemu anak,” ungkapnya.

“Cuma ketika itu saya bilang, ‘Oh anak mau dijadikan alat?’ Saya enggak terima begitu dong,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, Atalarik Syach juga mensyaratkan Tsania Marwa untuk memberikan paspor kepunyaannya sebelum menemui anaknya. Tetapi, permintaannya tidak dikabulkan oleh Tsania Marwa.

“Syarat kedua saya harus menyerahkan paspor. Dia takut anaknya saya bawa kabur, gimana mau bawa kabur kalau fisiknya saja enggak ada. Saya pun enggak setuju. Akhirnya dia ajukan syarat ketiga dengan dibuat surat perjanjian,” tutur Tsania.

“Surat perjanjian itu boleh ketemu anak, tetapi harus dibawa pulang ayahnya lagi. Jadi anak-anak tidak boleh menginap dengan saya,” ujarnya.

Dengan keadaan kalut, Tsania Marwa akhirnya baru akan menerima syarat ketiga yang diberikan mantan suaminya itu. “Kalau saya tidak memenuhi syarat itu, saya tidak akan pernah ketemu lagi sama anak. Akhirnya saya tidak bisa pikir apa-apa, yang penting saya bisa ketemu anak dan waktu itu tanda tangan surat (difasilitasi) KPAI tersebut,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *